Jumat, 30 Oktober 2015, 01.27 WIB

Sebagai kilas balik, dugaan kasus korupsi ini terjadi bermula lantaran adanya dugaan kejanggalan pengadaan alat CT Scan yang bernilai lebih dari Rp 5 miliar pada tahun 2012 silam. Penyimpangan yang terjadi karena diduga alat tersebut bukanlah baru melainkan bekas pakai yang kemudian direkondisi seperti baru. Padahal dalam kontrak pengadaan jelas menyebutkan bahwa barang yang dibeli bukan bekas dan harga pasaran yang digunakan adalah barang baru. Untuk memastikan hal ini, masih ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan dan fungsi ahli elektro medik adalah memastikan umur atau kemampuan CT Scan tersebut. Aparat kejaksaan sempat melakukan penggeledahan dan pemeriksaan awal ke RSUD Doris Sylvanus.Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kejari Palangka Raya Eduard Sianturi, saat itu pada awak media, Senin (10/8/2015).

Namun belakangan pihak Kejari saat itu sempat bingung memilih supervisi untuk tenaga ahli elektro medik apakah dari KPK atau Pihak ITB. ? Pasalnya tenaga yang akan di datangkan dari KPK bersumber dari ITB juga ungkap Kajari beberapa bulan yang lalu.

Memang tidak banyak orang mengetahui kalau Komisi Anti rasuah ini pernah bertandang ke Kota Cantik ini, terlebih mengurusi sebuah kasus bersama Kejari Palangka Raya,meski kedatangan personil KPK RI kali ini hanya menjajaki pengadaan tenaga ahli saja.

Untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut tabloid KPK mencoba menemui pihak yang berwenang dalam hal ini, Pihak Kejaksaan Negeri Palangka Raya melalui Kasi Pidsusnya Rustianto,SH, Pria yang cukup akrab dan ramah dengan kalangan awak media ini, menjelaskan secara singkat pada tabloid KPK diruang kerjanya, Pihaknya pada mulanya memang mengharapkan tenaga ahli elektro medik yang di fasilitasi dari KPK bisa datang, namun lantaran belum ada kepastian kapan mereka bisa datang, sementara di lain pihak ITB juga bersedia diminta datang Kapan saja,akhirnya Kami memilih tenaga dari ITB (Institut Teknologi Bandung) ungkap Rustianto pada tabloid KPK. Hal ini tidak jauh berbeda dari keterangan Kajari beberapa bulan yang lalu untuk condong Ke ITB karena pihak ITB sudah menyurati Kejari siap bila diminta datang ke Palangka Raya.Kamis,(22/10/2015).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Intinya kasus CT –Scan tetap berjalan meski ia enggan berkomentar lebih jauh Karena ini masih Lid mas, jadi belum bisa kita ekspose terangnya lagi pada tabloid KPK. Namun ia sedikit menambahkan kalo pihak distributor, direktur utama, manejer pemasaran, rekanan bahkan dewan komisarisnya yang sekarang, sudah kita periksa juga mas, tambahnya lagi.

Saat ditanyakan apakah ada pihak-pihak internal RSUD yang Sudah diperiksa Pihak kejaksaan Negeri Palangka Raya terkait CT Scan tersebut ? Rustianto kembali menjelaskan secara singkat kalau pihak RSUD sendiri sudah kita mintai keterangan,senyum Rustianto mengakhiri wawancara. (TKPK.019).

Baca juga
 
Komentar
 
 Name
 Email
 Message  
 
Ketik Kode: 
  

http://tabloidkpk.com/uploaded/COV-Edisi%2043%20JULI'15-%20Acc1.jpg